Pernah tahu rasanya nembak cewek dari tanggal 14 Mei, trus baru dikasih jawaban tanggal 13 Juni?
Saya pernah.
Nama cewek itu adalah UKDI.
Iya, rasanya kaya nembak cewek tapi baru dikasih jawaban 1 bulan kemudian.
Jangan tanya rasanya.
Semua itu kombinasi dari makan gak enak, tidur gak nyenyak, tengkurep gak nyaman, kayang gak tenang.
Wah cukup sekali aja ngerasainnya.
Gimana gak cemas, ujian ini mempertaruhkan semua usaha belajar saya selama 5 tahun lebih.
Dan 5 tahun itu ditentukan oleh 200 soal yg harus diselesaikan selama 200 menit.
Sebelum UKDI mulai lah muncul mitos2 supaya lulus, harus tirakat, dll.
"Bay, jangan menikmati kesenangan dunia dulu. Makan nasi pake garem aja biar tirakat."
"Bay, jangan nongkrong2 dulu, kita fokus belajar."
"Bay, jangan ke kampus naik motor atau mobil, kita harus jalan kaki biar tirakat."
Bagus, sekalian aja jalan kayang keliling ring road, trus habis itu lempar Jumrah.
Tapi saya inget, bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. (gaya mu bay)
Toh tidak ada gunanya menggerutu mengenai sistem pendidikan ini.
Saya tidak keberatan untuk banting tulang dan kunci setang, belajar mati-matian.
Toh ilmu itu juga untuk diri saya sendiri, dan siapa tahu bisa berbagi kepada sejawat yang lain.
Tapi yang menyakitkan adalah fakta bahwa di hari-H pengumuman yang dijanjikan, kami masih harus menunggu 1 hari lagi.
That's right bro pengumuman ditunda 1 hari.
Karena surat nya nyangkut, entah di pohon rambutan siapa.
Bagaimana mungkin harus melewati 1 hari lagi, saya ini sudah hampir kena decomp lho.
Dan..... hari yang dinanti itu datang juga.
Alhamdulillah..... tidak mengecewakan :)
Doa dan usaha kami tidak sia-sia.
Uogh tiap hari pasti gak akan lupa doa biar lulus UKDI ini.
Dan alhamdulillah dijawab oleh Allah :)
Semoga ini menjadi awal yang baik agar bisa menjadi dokter yang baik, ikhlas, dan mengabdi demi agama dan umat.
Semoga diberikan bahu yang kuat untuk memikul amanah Allah yang besar ini.
Semoga bisa menjadi orang yang paling banyak manfaatnya bagi sesama.
Amiiin.
Terima kasih untuk doa dari keluarga, sahabat, teman-teman, dan Anda :)
Info Gak Penting:
Waktu saya berkesempatan ke Tanah Suci, saya mempelajari bahwa karena jamaah sangat banyak jadi kami sering terpisah dari rombongan.
Muncullah ide brilian agar rombongan kami seharusnya memiliki ciri khas agar bila terpencar kami bisa kembali ke rombongan dengan mudah.
Saya mengusulkan kepada ketua rombongan agar menggunakan bendera besar bertuliskan nama biro perjalanan tersebut atau sekalian saja pakai bendera SLANK, karena sya teringat saat konser pasti ada saja yang bawa bendera SLANK yang gueeedhe banged.
Namun usul saya ditolak mentah-mentah oleh ketua rombongan, karena beliau lebih suka bila kami menggunakan bendera FBI. Fans Berat Inul.
Ketika saya merasa tidak cukup dengan monolog antara saya dan pikiran saya, maka terciptalah media ini. Media ini merupakan pensieve saya.
Open Heart Surgery
Tampilkan postingan dengan label In my place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label In my place. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Juni 2011
Senin, 06 September 2010
Flight of Idea
Sapi adalah mamalia berkaki empat.
Pseudoephedrine meningkatkan risiko terkena pembesaran prostat.
Dan semarang adalah kota yang cukup menyenangkan.
Hal di atas adalah contoh dari apa yang kita sebut sebagai flight of idea dan merupakan tanda dari Schizophrenia.
Saya baru saja menghabiskan 1 bulan dari hidup saya (sejauh ini) di Semarang.
Kota ini berjarak sekitar 132 km menurut odometer (alat pengukur jarak tempuh kendaraan).
Atau berjarak 4 hari 3 malam dan seharga 2 otot betis yang putus bila ditempuh dengan berjalan kaki.
Karena saya belum punya hotel tiga sehingga tidak cukup kaya untuk membeli GPS, jadi saya hanya mengandalkan peta sebagai bekal berkelana di Semarang.
Dan kombinasi kapasitas otak yang tidak lebih cerdas dari kecambah dan peta yang (agak) ngawur, sehingga rute yang saya tau hanya :
1. Kost - Rumah sakit
2. Kost - Indomaret deket kost
3. Kost – Warung padang deket kost
4. dan adalah prestasi bagi saya untuk tau rute dari: Kost- Rumah Pakde
Yang terjadi adalah:
- Ngekost di tempat yang cukup menyenangkan, yang mana bapak penjaga kost mau2nya bantuin ngangkat tivi dan galon saya ke lantai 2, kamar saya.
- Si bapak penjaga kost yang selalu manggil saya dengan sebutan ‘Pak Bayu’ yang entah mengapa membuat saya selalu termenung selama 5 detik dan merasa lebih senior 18 tahun dari umur saya.
- Tetangga kost saya yang ternyata juga suka John Mayer, dan dia (berusaha) menyanyikan lagu Free Fallin-nya Kang Mayer. dan bisa persis banget. tapi ya iriknya aja.
- Saya belajar masak mie pake aer panas sahaja, dan dengan tatapan iba harus sabar menanti itu mie ckup layak untuk dikonsumsi.
- Mengetes kesabaran dokter pembimbing dengan planga plongo pas ditanya-tanya. Duh dok dah spesialis kok malah nanya sama saya.
- Menjemur celana dalam di siang hari di Semarang bisa segera dipakai hanya dalam tempo 15 menit.
- Menemukan arti hidup dari lembaran foto.
- Menyadari bahwa saya harus mensyukuri semua yang saya tulis di atas.
dan, Semarang adalah kota yang cukup menyenangkan.
-Bayu Jiwandono, Kebumen, di kamar paviliun dokter muda RSUD Kebumen-
Pseudoephedrine meningkatkan risiko terkena pembesaran prostat.
Dan semarang adalah kota yang cukup menyenangkan.
![]() |
| Sapi |
Saya baru saja menghabiskan 1 bulan dari hidup saya (sejauh ini) di Semarang.
Kota ini berjarak sekitar 132 km menurut odometer (alat pengukur jarak tempuh kendaraan).
Atau berjarak 4 hari 3 malam dan seharga 2 otot betis yang putus bila ditempuh dengan berjalan kaki.
Karena saya belum punya hotel tiga sehingga tidak cukup kaya untuk membeli GPS, jadi saya hanya mengandalkan peta sebagai bekal berkelana di Semarang.
Dan kombinasi kapasitas otak yang tidak lebih cerdas dari kecambah dan peta yang (agak) ngawur, sehingga rute yang saya tau hanya :
1. Kost - Rumah sakit
2. Kost - Indomaret deket kost
3. Kost – Warung padang deket kost
4. dan adalah prestasi bagi saya untuk tau rute dari: Kost- Rumah Pakde
![]() |
| Tempat saya glundang-glundung dikala lelah menghadapi dunia ini |
Yang terjadi adalah:
- Ngekost di tempat yang cukup menyenangkan, yang mana bapak penjaga kost mau2nya bantuin ngangkat tivi dan galon saya ke lantai 2, kamar saya.
- Si bapak penjaga kost yang selalu manggil saya dengan sebutan ‘Pak Bayu’ yang entah mengapa membuat saya selalu termenung selama 5 detik dan merasa lebih senior 18 tahun dari umur saya.
- Tetangga kost saya yang ternyata juga suka John Mayer, dan dia (berusaha) menyanyikan lagu Free Fallin-nya Kang Mayer. dan bisa persis banget. tapi ya iriknya aja.
![]() |
| Tivi + DVD + printer yang diangkat ke lantai 2 dengan risiko patah tulang belakang |
- Saya belajar masak mie pake aer panas sahaja, dan dengan tatapan iba harus sabar menanti itu mie ckup layak untuk dikonsumsi.
- Mengetes kesabaran dokter pembimbing dengan planga plongo pas ditanya-tanya. Duh dok dah spesialis kok malah nanya sama saya.
- Menjemur celana dalam di siang hari di Semarang bisa segera dipakai hanya dalam tempo 15 menit.
- Menemukan arti hidup dari lembaran foto.
- Menyadari bahwa saya harus mensyukuri semua yang saya tulis di atas.
dan, Semarang adalah kota yang cukup menyenangkan.
-Bayu Jiwandono, Kebumen, di kamar paviliun dokter muda RSUD Kebumen-
Langganan:
Postingan (Atom)



