Open Heart Surgery

Open Heart Surgery
Tampilkan postingan dengan label Music For Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music For Health. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Mei 2011

Iseng Iseng Tidak Berhadiah

Kombinasi antara iseng dan pusing mikir ujian maka lahirlah video nista ini.
Sebenernya pilot project juga krena saya janji sma mbak saya mau mainin lagunya John Mayer-Crossroads trus di upload.
Nah masalahnya bagaimana caranya?
Akhirnya nyoba2 pake kamera di laptop, trus buat ngerekam suaranya pake headphone yg ada mic nya.
Hasilnya tidak terlalu bagus ternyata hehehe.
Ya sudahlah tampaknya sya harus beli mic dlu biar hasilnya lebih bagus.
Di video ini ada kejadian bodoh pula, di akhir lagu ada sms masuk hehehe

Kenapa lagu ini?
Karena lagunya bagus tauk.
Good music speaks to you.
Hope you'll watch it :D

Selasa, 08 Maret 2011

Rehearsal

Rehearsal, latihan, ulangan, repetisi, khususnya untuk sebuah musik.
Itulah yang sedang saya lakukan beberapa hari ini.
Rehearsal terhadap sebuah karya seni luar biasa, berupa sebuah lagu.
Lagu bernomer urut 10 itu berkali2 saya repeat, seandainya it vokalis bisa protes suaranya mulai serak, karena sudah 1 jam lagu it saya ulang terus :p

Indah sekali, lirik, musik, dan esensi yang diberikannya.
Sudah 1 jam saya ikut mengiringi lagu itu dengan jemari saya.
Gitar hitam, capo, jemari, dan emosi lagu ini bersatu.
Indah sekali.
Rehearsal.
Reherasal...

Tapi sampai sat ini saya belum bisa mempersembahkan lagu itu kepada dia.
Sulit sekali.
Sampai detik ini, masih sulit sekali.

But, She deserves it.
Yet it's too hard.
I wish i could.

Entah sampai kapan saya bisa mempersembahkan secara sempurna.
Sebuah kesempurnaan kepada seseorang yang sempurna.
Ya dia berhak atas itu.
Suatu hari nanti, Sempurna untuk dia yang sempurna.

Sabtu, 26 Februari 2011

Sheila on 7: Berlayar

Baru saja membeli CD Sheila on 7: Berlayar. Setelah sempat kecewa karena 3 hari yang lalu mampir toko kaset tapi cd yang dimaksud belum ada. Dan penantian yang lama kapan release nya album ini. Akhirnya dapet juga ini cd. Ada 2 band Indonesia yang selalu saya tunggu albumnya. Yang pertama S07, dan yang kedua Andra & The Backbone.  
Memang sering kali pendapat dari seseorang yang sudah terlanjur fanatik dengan sesuatu cenderung menjadi tidak objektif. Apapun yang dibuat oleh SO7 pada dasarnya pasti saya suka, karena memang ada unsur fanatisme di situ. Namun saya tetap berusaha objektif ya.
Komentar saya untuk album ini: Fresh!!! Bagi kalian yang tidak fanatik pun sya rasa kalian tetap bisa bilang bahwa album ini asik. Contoh sampel adalah teman saya yang duduk di kursi belakang saat saya pertama memutar album ini, komentarnya adalah “Lagunya enak Bay”. Anda benar bro, berarti telinga anda bisa menikmati musik yang bermutu hehe.
Di album ini saya bisa merasakan kedewasaan personil SO7 dalam bermusik. Ada beberapa sound dan pola permaian gitar yang belum pernah muncul di album2 sebelumnya, mulai terjelajahi di sini. Di album ini ada beberapa lagu yang dibuat oleh mas Adam dan mas Duta. Saya berharap permainan drum Brian di album ini berbeda. Dan tidak mengecewakan. Beberapa track di album ini:
1.            Track seperti “Have fun” sangat terasa unsur rock blues nya. Liriknya unik hehe.
2.            Track “Pasti Ku Bisa” waaaw sya sangat suka permainan mas Eross di lagu ini, riff gitar seperti ini memang hanya milik beliau.
3.            Track “On the Phone” dibuat oleh mas Duta, entah kenapa saya merasa ada usur brit pop di lagu ini, dengan lirik yang membuat saya ingat akan seseorang: It’s you in my past, my present, and my future. Great stuff!
4.            Track “Bait Pertama” adalah lagu terakhir di album ini. Part favorit saya adalah riff gitarnya. Hey pemilihan nada nya brilian!
Track di atas hanya sebagian kecil dari total 9 lagu dan 1 lagu versi acoustic di album ini. Silahkan anda menikmati. Anda mungkin tidak percaya bualan saya, tapi cobalah nikmati album ini J
Fanatisme tidak selalu buruk. Nikmatilah musik yang diciptakan oleh musisi yang anda kagumi. Seberat apa pun musik itu, sesulit apa pun musik itu dipahami, seperti apa pun perubahan musik mereka, hargailah karena itu merupakan proses dalam bermusik. Menurut saya, musisi yang baik adalah yang bemusik dari dalam hati dan tidak takut untuk bereksperimen.
Semoga kita semua bisa menjadi penikmat musik yang cerdas. Musik tidak hanya asal enak didengar namun hampa makna. Nikmatilah musik yang bermutu karena di situlah cerminan diri kita. Dan, hargai karya musik anak bangsa. Hidup Sheila on 7. Keep rockin!

-Bayu Jiwandono-
Sleman, Yogyakarta
Di kamar, belum bisa tidur karena efek tidur siang

Selasa, 08 Februari 2011

Rest in Peace Gary Moore

DVD Gary Moore (tumben beli asli bay)
Tadi pagi setelah melakukan ritual pagi (teriak-teriak, boker, dll) saya ngecek hape.
Ada twit dari Uncle Slash. "is it true Gary Moore died?"
Whaaaaat??? sebuah berita pagi yang langsung membuat IQ saya naik 5 poin, lalu turun 15 poin.
Selang beberapa menit ada lagi twit nya, "RIP Gary Moore. One of the greatest British Rock & Roll guitarist. There never be another Gary Moore. Sad times."
Wah beneran ini meninggal gak boongan berarti.
Beberapa musisi (sya rasa) ada yang meninggal boongan.
Jadi mereka itu memalsukan kematiannya, trus mengabdi jadi pemuda mesjid, kembali ke jalan yang benar.
True story.

Padahal baru beberapa bulan yang lalu saya beli itu dvd live ny Gary Moore.
So sad knapa gitaris keren yg belum saya lihat secara live harus pergi meninggalkan saya.
Kenapaaaaaa..........????!!! (Di tengah lapangan rumput sambil berteriak mengepalkan tangan, tiba2 datang ambulance RS Grhasia menjemput)

Anyhoo, saya sangat mengagumi musikalitas seorang Gary Moore, beliau mampu menyuguhkan permainan gitar dgn sound rock dan blues yang hard sekaligus menyayat. Both melodious and sharp. Terlebih beliau pun bernyanyi. Salah satu hal yang belum bisa sya lakukan dengan baik.

Oya pesan saya buat oom Joe Satriani dan oom Steve Vai, jaga diri kalian baik2. Usahakan jangan meninggal dulu sebelum saya bisa menyaksikan kalian secara live.

"Everybody's got a dream.
And they take it to the wishing well.
Everybody's got a dream.
Wishing well."

(Gary Moore-Wishing Well)

-Bayu Jiwandono(gak mandi sore), Kebumen, di kamar paviliun dokter muda RSUD Kebumen-

Kamis, 19 Agustus 2010

The First



Bukan, mas-mas ganteng yang di atas itu bukan saya.

Itu John Mayer.
Salah satu gitaris-vokalis favorit saya.
Suara maut dipadukan dengan teknik yang baik.
Awesome!
Tapi (dulu) saya gak suka sama dia.
Used to be, Past Tense lho ya.
Sekarang saya mengidolakan beliau.

Hey, musik yang bagus itu yang gimana sih?
Kenapa ada musik yang (dianggap) berkualitas, sementara yang lain (dianggap) kurang berkualitas?
Kalo menurut saya (ya menurut saya lho, jgn protes) musik yang berkulaitas itu adalah musik yang membuat saya merenung.
Bisa jadi merenungkan nada yang indah, tekniknya yang sulit, liriknya yang membuat saya ingat akan sesuatu. Untuk orang yang paham banget masalah musik pasti ada aja alasannya.
“Progresi chordnya gak biasa. Brilian!”
“Teknik’e kelas dunia iki dhab!”
“Liriknya itu lho buat saya jadi inget dia”
“Nadanya asik banget bay! jadi pengen goyang gurita”

Subjektif memang.
Dan harus saya akui alasan-alasan tersebut sering menjadi bahan argumen dengan teman-teman.
Meskipun terkadan saya pun gak paham apa yang saya bicarakan.
Bluffing and ndobos saja hehe.

Saya termasuk penikmat musik instrumental, yang berarti tanpa vokal, dan tentu saja, tanpa lirik.
Mostly guitar heroes : Joe Satriani, John Petcrucci, Buckethead.
Ya oom-oom setengah dewa itulah.
Maka yang saya nikmati dari musik jenis ini adalah indahnya nada dan tekniknya.
Setiap saya mendengar lagu dari Joe Satriani yang berjudul Starry Night, maka saya merasa sedang berbaring di rerumputan sebuah bukit sambil memandang bintang dengan seseorang (i swear to God!).
Saya bisa merenungkan teknik yang digunakan beliau, teknik yang tinggi namun tidak membuat saya merasa akan dibunuh.

Namun ibu saya tercinta berpendapat berbeda, sering kali beliau justru berkomentar “Apa tho dik denger lagu jrang jreng jrang jreng. Kecilin!”.
Akan berbeda bila yang diputar adalah lagunya oom Anang dengan tante Syahrini, “Gedein. Jangan diganti!”
Dan tentunya saya tidak bisa menyalahkan beliau.
Karena saya yakin ibu saya pasti merenungkan nadanya yang enak didengar, liriknya yang menyentuh, atau gabungannya.

Lagu yang bisa saya nikmati baik nada dan liriknya, salah satunya adalah Sempurna dari Andra & The Backbone. Lagu ini menurut saya sempurna. Tekniknya mumpuni, pemlihan nada yang brilian, dan lirik yang membuat saya ingat akan seseorang.
Beberapa hari terakhir saya terus memainkan dan mendengarkan lagu ini.
Memainkan lagi dan mendengarkan lagi.
Sampai kelak saya bisa memainkan lagu ini dihadapan seseorang yang mewakili interpretasi lagu ini.
Yang mana orang itu pasti tidak akan menyadarinya (taruhan sunat lagi tanpa bius deh hehe).

Contoh lainnya adalah lagu Gotten dari Slash featuring Adam Levine. Mengutip kata-kata sahabat saya Bunga, mendengarkan lagu ini membuat kita jadi merasa sedih. Yah mungkin merasa sedih mengingat suatu kenangan yang pernah dilalui.

Dan saya tetap berpegan teguh dengan pendirian saya. Bahwa,
“Lagu yang berkualitas adalah yang membuat saya merenung”

-Bayu Jiwandono, Semarang, di pojokan kamar kost-